Tim II KKN UNDIP Dorong Ibu-Ibu PKK Desa Dukuh Melek Data dan Bijak Bermedia Digital

Tim II KKN UNDIP Dorong Ibu-Ibu PKK Desa Dukuh Melek Data dan Bijak Bermedia Digital 

Mahasiswa Tim II KKN UNDIP saat menyampaikan materi “PKK Melek Data: Bijak Memahami Informasi dan Mengambil Keputusan Berdasarkan Data” kepada ibu-ibu PKK Rt 04 Rw 05 Desa Dukuh pada Sabtu (08/08/2026) (Sumber: Clarissa)

 

Desa Dukuh, 08/08 2026 — Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro melaksanakan program edukasi “PKK Melek Data: Bijak Memahami Informasi dan Mengambil Keputusan Berdasarkan Data” kepada ibu-ibu PKK Desa Dukuh, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menyaring, memahami, dan menyikapi informasi secara bijak di era digital. 

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mendukung tema “Desa Berdaya, Desa Berbudaya, Desa Sejahtera”, khususnya melalui peningkatan literasi digital dan kemampuan masyarakat dalam memahami informasi secara kritis.

Dalam kehidupan sehari-hari, ibu-ibu PKK tidak hanya berperan dalam keluarga, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Penggunaan media sosial dan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp membuat informasi dapat diterima dan diteruskan dengan cepat. Oleh karena itu, kemampuan untuk mengenali informasi yang benar menjadi penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu atau informasi yang belum terverifikasi.

 

 

Mengenal Hoaks dan Disinformasi

Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan dengan konsep hoaks, yaitu informasi yang tidak benar atau menyesatkan tetapi disebarkan seolah-olah merupakan fakta. Peserta juga dikenalkan dengan beberapa bentuk disinformasi yang umum dijumpai, seperti berita palsu, informasi yang menyesatkan, penggunaan kembali foto atau video lama, konten yang dimanipulasi, judul sensasional, hingga pesan berantai tanpa sumber yang jelas.

Materi disampaikan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah pesan berantai di WhatsApp yang meminta penerima untuk segera meneruskan informasi kepada orang lain. Peserta diajak memahami bahwa ajakan untuk segera menyebarkan informasi bukan berarti informasi tersebut benar.

Belajar Memverifikasi Informasi

Tidak berhenti pada pengenalan hoaks, kegiatan juga memberikan langkah sederhana yang dapat digunakan peserta untuk melakukan verifikasi informasi.

Peserta diajak untuk membiasakan diri memeriksa sumber informasi, membaca informasi secara utuh, mengecek tanggal publikasi, membandingkan informasi dengan sumber lain, serta tidak langsung membagikan informasi yang masih diragukan kebenarannya.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan beberapa alat yang dapat digunakan untuk membantu proses verifikasi, seperti mesin pencari, media terpercaya, situs resmi pemerintah, layanan cek fakta, serta fitur pencarian gambar seperti Google Lens.

Dengan langkah tersebut, peserta diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi penyaring informasi sebelum informasi tersebut diteruskan kepada keluarga maupun masyarakat.

Membangun Kebiasaan “Saring Sebelum Sharing”

Salah satu pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan adalah pentingnya membangun kebiasaan “Saring Sebelum Sharing”. Peserta diajak untuk berhenti sejenak sebelum menekan tombol forward atau share dan mempertanyakan beberapa hal sederhana: Apakah sumbernya jelas? Apakah informasinya benar? Apakah informasinya masih relevan? Apakah informasi tersebut bermanfaat dan tidak merugikan orang lain?

Selain kemampuan melakukan verifikasi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai etika berbagi konten. Etika tersebut mencakup menjaga privasi orang lain, menggunakan bahasa yang sopan, tidak menyebarkan fitnah atau informasi yang dapat merugikan pihak lain, serta mempertimbangkan dampak dari informasi yang dibagikan.

PKK sebagai Penggerak Literasi Digital di Masyarakat

Ibu-ibu PKK memiliki posisi yang strategis dalam membangun kebiasaan bermedia digital yang sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kebiasaan memeriksa informasi sebelum membagikannya dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap ibu-ibu PKK Desa Dukuh dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta turut mengingatkan anggota keluarga dan masyarakat di sekitarnya agar lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Melalui peningkatan literasi digital, masyarakat diharapkan semakin cerdas dalam menerima informasi, kritis dalam memeriksa kebenaran, dan bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi. Hal tersebut menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendukung terwujudnya Desa Dukuh sebagai masyarakat yang berdaya, berbudaya, dan sejahtera.

Penulis : Amelia Aprilianti Tim II KKN Undip